Bismillahirrahmanirrahim / بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم dan Assalamualaikum w.b.t/لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl.

My PeSeBuOk ! ! !

Tuesday, 11 September 2012

TeMaN PeNgGaNTi . . . .

12 SEPT 2012 [ SELASA ]

Perhhhh....
lama giler ku x update blogger ku nie.....
dkt 1 thun dh kot....
hehehe.... *_^

arinie ku just nk share song yang ku suka coz setiap maksud dalam lagu nie penuh dgn makna.....
so, jom sama2 kita layan....

zaazzzzzzzsssss.....



Lirik Lagu Teman Pengganti : Black ft Malique

Ketawa bersamaMenangis bersamaKu bersumpah harap kitaMati pun bersama
Sejak dua menjak iniMakin kerap ku diganggu visiBila celik, juga bila mimpiAku nampak kau, tapi bukan aku yang di sisiDia membelaimu dengan izin dan permisiSentuhan katanya semuanya kau iakanSentuhan jari kau diamkan dan biarkanAku redha walau tidak ku dambaWalau hampa semuanya dah dijangka
Beberapa purnama dulu cinta bertahtaKenangan dibina kita indah belakaKetawa bersama, menangis bersamaKu bersumpah harap kita mati pun bersamaNamun hakikatnya, bukan mudahAku sembunyikan gulana-gundahSegalanya kan berubahDengarkan apa yang ku mahu luah
*Rahsia iniTelah lama ku pendamkanTiba masanyaSegala-galanyaKu ceritakanAku kan pergiPergi ku tak akan kembaliTiba masanyaKau cari teman pengganti
Dalam dunia yang maya, prejudis dan biasKita tak terlepas dari terkena tempiasRimas, ditindas, sembunyi dalam puisi dan kiasTidak kau bidas, tak berpaling walau sekilasHanya kau yang tahu kodeksku yang kompleksDalam disleksia cuba kekal dalam konteksBila dunia seolah tak memahamiKau sudi selami, dalami dan mengalami
Setia mendengar, sentiasa hadirIngat setiap ulangtahun, setiap hari lahirTiba pagi Syawal, kaulah yang terawalSyawal yang terakhir ini pasti rasa janggal70 000 hijab harus ku singkapKu sorok kitab balik tingkap penjara hinggapDalam diam ada, seorang yang ku pujaKau teristimewa tapi dia yang sempurna
Ulang *
Sejak dua menjak ini, ku mencari fungsi kewujudanDalam persekitaran yang penuh kejumudanTerperangkap dalam jasad, ku keliruMujur ada kau si peneutralisasi piluNamun aku tetap murung, berkurungTubuh makin susut, menunggu tarikh luputKomplikasi di halaman rusuk kiriMakin sukar nak bernafas, nak bergerak, nak berdiri
Lagu ini yang terakhir aku sajikanKalau rindu nanti bolehlah kau nyanyikanJaga diri, jangan makan hatiYang patah kan tumbuh, yang hilang kan bergantiBilik dah ku kemas, katil dah ku rapiCincin, kunci, dompet dalam laciAda sikit wang, itu saja bakiMoga-moga cukup untuk majlis itu nanti
Aku kan pergiBertemu kekasih abadiTiba masanyaKau cari teman pengganti

Monday, 9 April 2012

cArA BerTeRimA kAsiH KepaDa iBu . . .

Apakah Anda mengasihi Ibu Anda? Apakah Anda masih ingat betapa besar kasih sayangnya Ibu Anda? Dalam kehidupan ini, kasih sayang seorang ibu takkan pernah bisa lepas dari hari-hari kita. 

Semenjak kita bayi, anak kecil, hingga menjadi seorang yang cukup dewasa, ibu selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Dan tentunya ibu melakukan itu semua dengan penuh keikhlasan.Tetapi sangat disayangkan, kadang kita membalas kebaikan ibu dengan rasa terima kasih yang salah. Nah berikut ingin saya bagikan kepada anda, 23 Terima Kasih dari Anak kepada Ibunya :

Ketika berusia setahun, ibu suapkan makanan dan mandikan kita. Cara kita ucapkan terima kasih kepadanya hanyalah dangan menangis sepanjang malam.
Apabila berusia 2 tahun, ibu mengajar kita bermain. Kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan lari sambil tertawa apabila dipanggil.
Menjelang usia 3 tahun, ibu menyediakan makanan dengan penuh rasa kasih sayang. Kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan menumpahkan makanan itu kelantai.
Ketika berusia 4 tahun, ibu membelikan sekotak pensil warna untuk kita. Kita berterima kasih dengan cara mencoret-coret dinding.
Berusia 5 tahun, ibu membelikan sepasang pakaian baru. Kita ucapkan dengan berputar-putar dalam tempat-tempat yang kotor.
Setelah berusia 6 tahun, ibu menggandeng tangan kita ke sekolah. Kita ucapkan terima kasih dengan menjerit; Tidak mau! Tidak mau!.
Saat berusia 7 tahun, ibu membelikan kita sebuah bola. Kita ucapkan terima kasih dengan memecahkan kaca teteangga.
Menjelang usia 8 tahun, ibu belikan kita es krim. Kita ucapkan terima kasih dengan menumpahkan es krim tersebut ke pakaian ibu.
Ketika berusia 9 tahun, ibu mngengantarkan kita ke sekolah. Kita ucapkan terima kasih dengan berlari meninggalkannya dan menuju ruang kelas.
Berusia 10 tahun, ibu menghabiskan waktu seharian menemani kita ketempat yang kita mau. Kita berterima kasih kepadanya dengan tidak bertegur sapa padanya.
Ketika berusia 12 tahun, ibu menyuruh mengerjakan PR. Kita ucapkan terima kasih dengan pergi menonton TV.
Menjelang usia 13 tahun, ibu memberikan pakaian yang menutup aurat. Kita ucapkan terima kasih dengan mengatakan; “ Pakaian itu sudah ketinggalan zaman”.
Ketika berusia 14 tahun, ibu mengantarkan kita memasuki sekolah lanjutan. Kita berterima kasih kepadanya dengan mengatakan; “ Tidak usah diantar,saya bisa sendiri”.
Memasuki 18 tahun, ibu menangis gembira ketika kita telah lulus dari sekolah menengah. Kita berterima kasih kepadanya dengan berpesta bersama teman dan meninggalkan ibu sendiri dirumah.
Ketika berusia 20 tahun, ibu bertanya kepada kita apaka ada teman istimewa?. Kita berterima kasih dengan berkata; “ Itu bukan urusan ibu”.
Setelah berusia 21 tahun, ibu memberika pandangan mengenai dunia kerja, kita malah berterima kasih dengan berkata ; “ Saya tidak mau bekerja seperti ibu “.
Saat berusia 22-23 tahun, ibu membelikan perabot baru untuk rumah kita, kita mengatakan, pilihan ibu tidak bagus, saya tidak suka.
Menjelang usia 24 tahun, ibu bertemu bakal menantu dan bertanya mengenai rancangan masa depan. Kita menjerit dan merungut, “ ibu,tolonglah..!”.
Ketika berusia 25 tahun, ibu bersusah payah menanggung biaya perkawinan kita, kita berterima kasih dengan meninggalkannya pergi bersama isteri kita.
Pada usia 30 tahun, ibu menelpon dan memberi nasehat dan petuah mengenai bayi kita, dan kita berterima kasih kepadanya dengan berkata: “ Itu dulu, sekarang zaman modern.”
Ketika berusia 40 tahun, ibu mengingatkan ada acara keluarga dikampung. Kita berterima kasih dengan berkata: “ Saya sibuk, tak ada waktu untuk datang...”.
Ketika berusia 50 tahun ibu jatuh sakit dan minta kita menjaganya, dan kitapun berterima kasih dengan mengatakan bahwa ibu dan bapak hanya menjadi beban bagi saya...
Dan kemudia kita mendapat berita tentang kematian ibu. Kabar itu bagai petir di siang bolong. Dalam lelehan air mata, barulah kita sadar arti seorang ibu bagi kita.


Itulah tadi 23 ungkapan terima kasih yang kita berikan ketika ibu membesarkan kita. Kiranya setelah menyadari ini semua, kita dapat memberikan terima kasih yang sebenarnya kepada ibu. Karena tanpa ibu pula, kita takkan bisa seperti sekarang ini.

Sudahkah anda berterima kasih kepada ibu anda? Ungkapkan rasa kasih sayang kepada ibu anda....
sekian..
salam...

Sunday, 8 April 2012

TeRiMaLaH Aq SeAdAnYa . . .


ISTERI : abg ape kte mlm
ni kte xpyh tdo sme2..
abg tdo lua, ayang tdo
dlm blik..

SUAMI : knpe syg..

ISTERI : ha.. ayang ade 1
prmainan, ayang catatkn
smue kburukan abg sbyk
mgkin dn abg pun
catatkn tntg kburukan
ayang sbyk mgkin!esok pg
kte bace blik tntg ape yg
kte dah tulis tu..

SUAMI : ok..

> > mlm tu si
isteri senaraikan tntg
kburukan suami die smpai
xtdo.. suami die di ruang
tamu pun x
tdo...hgga ...ke pg wktu
sarapan,,

ISTERI : ha, mcm mne, spe
nk mulakn dlu???

SUAMI : ayang dlu
mulakn..

ISTERI : ok abg dgr tau,
(sambil mngeluarkn 2,3
helai kertas yg dicatat
nya mlm td)..

ISTERI : abg x romentik...
abg x pndai pujuk.. abg
bla bla bla.. bla bla bla..
ok dah, skang abg plak..!

SUAMI : (die mngeluarkn
3,4 helai kertas yg
kosong...) abg mntak
maaf... takde ape yg abg
dpt senaraikn tntg
kburukan ayg.. sbb abg
trima ayg seadanya.. dan
sgala kburukan ayg abg
sentiasa maafkn.. dn abg
mntak maaf klau abg
xsempurna di mata
ayang...

> > si isteri trgamam
dn air mata jatuh
brlinangan,,, terus die
peluk dan mmohon
ampun pd suami nya.. die
mnyesal,, krna tlh
mlukakan hati suami
nye.. die juga sedar dan
brsyukur.. bhawa suami
nya adalah insan yg
terbaik yg tlh dianugerah
kn untuk-Nya..



sekian..
salam..

Sunday, 1 April 2012

JoDoh uSaH diCaRi yG TerLaLu SemPurNa . . .

Jika kamu memancing ikan... Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu... Janganlah sesekali kamu LEPASKAN ia semula ke dalam air begitu saja.. Kerana ia akan SAKIT oleh kerana bisanya ketajaman mata kailmu & mungkin ia akan MENDERITA selagi ia masih hidup. 

Begitulah juga...setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN kepada seseorang... Setelah ia mulai MENYAYANGIMU, hendaklah kamu MENJAGA hatinya... Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja... Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu, & mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia mengingatmu... 

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya & janganlah menganggap ia begitu teguh...cukuplah sekadar keperluanmu... Apabila sekali ia retak...tentu sukar untuk kamu menambalnya semula... Akhirnya ia dibuang... Sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya, mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi... 

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, TERIMALAH seadanya... Janganlah kamu terlalu mengaguminya & janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa... Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan KESILAPAN, bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya... Akhirnya kamu KECEWA & meninggalkannya. Sedangkan, jika kamu MEMAAFKANNYA boleh jadi hubungan kamu akan TERUS hingga ke akhirnya.... 

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi, yang kamu pasti baik untuk dirimu... Mengenyangkan - Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, cuba mencari makanan yang lain..?? Terlalu ingin mengejar kelazatan... KELAK.. Nasi itu akan basi & kamu tidak boleh memakannya... Lalu kamu akan menyesal. 

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan, yang pasti membawa KEBAIKAN kepada dirimu. MENYAYANGIMU.. MENGASIHIMU... Mengapa kamu berlengah, cuba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain..?? Terlalu mengejar kesempurnaan... KELAK.. Kamu akan KEHILANGANNYA apabila dia menjadi milik orang lain... Lalu kamu juga yang akan MENYESAL..;)

sekian...
salam...

Wednesday, 8 February 2012

KiSah WaNiTa BeRpuRdAh . . .

8 Febuary 2012...
lamanya qu x update my blogger....
arinie qu nk kongsi sikit cite kt u all....
i hope kowg dpt luangkn masa 4 read my blogger k...
just share not nk kta qu nie alim plak k . ..
huhuhu... ^_*
sowie la sape yg terasa ati 2. . .  ^_^
have fun always okey . . .

Suatu kisah...
Kisah ini berlaku sewaktu aku di Madinah. Suatu hari aku berjalan melalui pasar. Sebaik saja muazzin melaungkan azan, aku terlihat seorang wanita. Wanita itu ganjil cantiknya. Dia berpaling kepadaku seolah-olah tahu bahawa aku merenungnya. Malah dia memberikanku anggukan kecil penuh bermakna sebelum wanita itu berpusing di satu sudut menuju ke lorong penjual sutera.

Bagaikan terkena panahan halilintar, aku serta-merta tertarik, hatiku terpukau dengan wanita itu. Dalam kepayahan aku berdebat dengan hatiku, memberikan satu demi satu alasan untuk meneruskan langkahku ke masjid memandangkan masanya telah tiba untuk solat, namun perdebatan ternyata gagal. Aku memutuskan untuk mengikut wanita tersebut.

Aku bergegas mengejar wanita itu, nafasku pantas dan mengah manakala wanita itu tanpa disangka mempercepatkan langkahnya. Dia telah berada jauh beberapa kedai di hadapan. Dia memaling wajahnya seketika padaku, terasa kudapat melihat cahaya senyuman nakal wanita itu dibalik purdah hitamnya. "Adakah ini khayalanku sahaja?" bisik hatiku. Akalku seolah-olah tidak berfungsi pada waktu itu.

"Siapakah wanita itu?"

Aku memantaskan langkahku dan memasuki lorong dimana wanita itu dilihatku masuk. Dan seterusnya wanita itu mengimbau aku, sentiasa dihadapan, masih tidak dapat dikejar, semakin jauh dan jauh dari mana kami mula-mula bersua. Perasaanku tambah membuak.

"Adakah wanita itu orang gila?"

Semakin jauh nampaknya wanita itu berjalan hingga ke penghujung bandar. Mentari turun dan tenggelam, dan wanita tersebut masih berada jauh di hadapanku. Sekarang, kami berada di tempat yang tidak disangka, sebuah perkuburan lama.

Kalaulah aku siuman seperti biasa, pasti aku akan merasa gementar, tapi aku terfikir, tempat yang lebih ganjil dari ini biasa dijadikan tempat pasangan kekasih memadu asmara. Dalam 60 langkah di antara kami aku melihat wanita itu memandang ke arahku, menunjuk arah, kemudian turun ke tangga dan melalui pintu bangunan sebuah kubur tua.

Kalaulah aku tidak diamuk senyuman wanita itu tadi, pasti aku berhenti sebentar dan memegun masa, tapi sekarang tiada guna berpaling arah, aku menuruni tangga tersebut dan mengekori wanita itu ke dalam bangunan kubur itu. Di dalam bilik bangunan kubur itu, kudapati wanita itu duduk di atas ranjang yang mewah, berpakaian serba hitam masih berpurdah, bersandar pada bantal yang diletak pada dinding, diterangi cahaya lilin pada dinding bilik itu. Di sebelah ranjang itu, aku terpandang sebuah lubang perigi. "Kuncikan pintu itu," kata wanita itu, dengan suara yang halus gemersik seumpama berbisik, "dan bawakan kuncinya. " Aku akur.

"Buangkan kunci tersebut ke dalam perigi itu," kata wanita itu. Aku tergamam sebentar, kalaulah ada saksi di situ, pasti saksi itu dapat melihat gamamku. "Buang-lah," ujar wanita itu sambil ketawa, "tadi kau tidak berfikir panjang untuk meninggalkan solatmu untuk mengekoriku kemari?" Tempelak wanita itu lagi. Aku diam.

"Waktu maghrib sudah hampir selesai," kata wanita itu bernada sedikit menyindir . "Apa kau risaukan? Pergilah buangkan kunci itu, kau mahu aku memuaskan nafsumu, bukan?" Aku terus membuang kunci pintu tersebut ke dalam perigi, dan memerhatikan kunci itu jatuh. Perutku terasa bersimpul tatkala tiada bunyi kedengaran ketika kunci itu jatuh ke dalam lantai perigi. Aku berasa kagum, kemudian takut.

"Tiba masanya untuk melihat aku," kata wanita tersebut, dan dia mengangkat purdahnya untuk mendedahkan wajah sebenarnya. Bukan wajah segar seorang gadis remaja, tapi kehodohan wajah yang mengerikan, jijik, hitam dan keji, tanpa satu zarah cahaya kelihatan pada alur kedut ketuaannya. " Pandang aku sungguh-sungguh," kata wanita itu lagi.

"Namaku Dunia. Aku kekasihmu. Kau habiskan masamu mengejarku , sekarang kau telah memiliki diriku . Didalam kuburmu. Mari. Mari." Kemudian wanita itu ketawa dan ketawa, sehingga dia hancur menjadi debu, dan lilin itu padam satu demi satu, dan kegelapan menyelubungi suasana.

Coretan ini diceritakn melalui pengalaman seseowg. . .
thanx coz sudi membaca...
salam..
sekian...