Bismillahirrahmanirrahim / بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم dan Assalamualaikum w.b.t/لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl.

My PeSeBuOk ! ! !

Monday, 3 October 2011

♥♥ ♥♥ Janganlah Kamu Bersedih♥♥ ♥♥

3 oct 2011...
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
...
♥♥Mungkin Anda pernah membaca ayat ini: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah berserta kita.” (Surah at-Taubah, ayat 40) Lalu, bagaimana jika kita tetap merasa sedih? Ini ertinya ada sesuatu yang salah dalam hati kita. Dalam ayat diatas, kita tidak perlu bersedih sebab Allah beserta kita. Jika kita masih tetap juga bersedih, ertinya kita belum merasakan dekat dengan Allah.

♥♥Yang dimaksud bersedih bukanlah bererti menangis. Menangis dalam rangka takut dan berharap kepada Allah malah dianjurkan supaya kita bebas dari api neraka. Bersedih yang dilarang adalah kesedihan akibat ketidaksabaran, tidak menerima takdir, dan menunjukan kelemahan diri.

Bersedih Itu Manusiawi

♥♥Para Nabi bersedih. Bahkan Rasulullah saw pun bersedih saat ditinggal oleh orang-orang mencintai dan dicintai beliau. Namun, para Nabi tidak berlebihan dalam sedih. Para Nabi segera bangkit dan kembali berjuang tanpa larut dalam kesedihan.

♥♥Bersedih Tidak Diajarkan

♥♥Bersedih (selain takut kerana Allah) tidak diajarkan dalam agama. Bahkan kita banyak menemukan ayat maupun hadis yang melarang kita untuk bersedih.

♥♥“Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS.At-Taubah:40)

♥♥“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139)

♥♥Rasulullah saw pun berdo’a untuk agar terhindar dari kesedihan,

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran; Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari azab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Abu Daud)

♥♥Lalu, bagaimana supaya kita tidak bersedih?

♥♥Jika kita melihat ayat dan hadis yang disebutkan diatas, setidaknya kita sudah memiliki dua solusi agar kita tidak terus berada dalam kesedihan.

♥♥Pertama: dari ayat diatas (At Taubah:40) bahwa cara menghilangkan kesedihan ialah dengan menyedari, mengetahui, dan mengingat bahwa Allah bersama kita. Jika kita sedar bahwa Allah bersama kita, apa yang perlu kita takutkan? Apa yang membuat kita sedih. Allah Maha Kuasa, Allah Maha Penyayang, Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita.

♥♥Saat kesedihan terus menimpa kita, mungkin kita lupa atau hilang kesedaran, bahwa Allah bersama kita. Untuk itulah kita diperintahkan untuk terus mengingat Allah.

♥♥“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’d:28)

♥♥Dari ayat ini, kita sudah mengetahui cara menghilangkan kesedihan, kecemasan, dan ketakutan yaitu berzikrilah, dengan berzikir mengingat Allah.

♥♥Saat mengalami kesedihan, ketakutan, atau kecemasan, ada tiga kalimat yang sering digunakan untuk berzikir.

1. ♥♥Istighfar, memohon ampun kepada Allah.
2. ♥♥La haula wala quwwata illa billah (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)
3. ♥♥Hasbunallaah wa ni’mal wakiil (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya Pelindung)
4. ♥♥Tentu saja, masih banyak kalimat-kalimat baik lainnya yang boleh Anda ucapkan

♥♥Alhamdulillah, kesedihan, kecemasan, dan ketakutan menjadi sinar setelah berzikir dengan kalimat-kalimat diatas. Tentu saja, bukan saja zikir di lisan tetapi harus sampai masuk ke hati.

♥♥Kedua: cara menghilangkan kesedihan ialah dengan berdo’a seperti dicontohkan oleh Rasulullah saw. Nabi pun meminta pertolongan Allah, apa lagi kita, jauh lebih memerlukan pertolongan Allah. Maka berdoalah.

♥♥Tentu saja, masih banyak cara supaya kita tidak bersedih. dengan dua cara utama diatas kita akan mendapatkan mamfaat yang luar biasa. Bersedih masih mungkin kita alami, tetapi tidak lagi bersedih yang berlebihan dan berlarut-larutan. Kerana hidup dan perjuangan harus diteruskan.

♥♥Janganlah kamu bersedih.

Semoga bermanfaat...

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

sekian...
salam...

No comments:

Post a Comment